Selmat datang di blog gue. Terimakasih sudah berkunjung di salah satu rumah gue. Tempat gue bercerita tentang apa saja yang terjadi di hidup gue dengan tujuan suatu saat nanti gue atau orang lain bisa mengenang setiap jejak hidup yg pernah gue lalui.
Mengenai sabar, kayaknya gue adalah salah seorang manusia yang punya anger issue tapi selama hidup diuji Allah dengan rasa sabar. Misal sabar ketika gue selalu jatuh cinta ke seseorang dan gue ga pernah bisa untuk memiliki mereka karena belum halal. Mengenai sabar dengan perlakuan orang tua yang memiliki trauma di masa lalunya yang cukup kelam. Mengenai orang tua yang tiba2 pensiun saat gue berada disemester akhir univ gue sedangkan gue juga dikasih ujian selama skripsi gue karena dospem gue. Gue memang bukan orang yang paling sabar di dunia, tapi setidaknya so far gue masih berhasil hidup sampai detik ini, dan kalau gue bisa bertahan gue yakin kalian juga bisa.
Gue masih belum melewati fase yang terakhir tadi, saat ini hal yang ada di otak gue cuman. Gimana caranya sukses dan makian terhadao diri sendiri apa karena gue perekonomian keluarga memburuk? Seharusnya apakah lebih baik gue ga pernah masuk FK? Toh lu juga ga sepinter itu, maksa sih. Well, gue selalu terlihat tersenyum dihadapan orang lain, mungkin kalian juga. Tapi nyatanya kita masih anak kecil yang masih ingin dipeluk ketika sedih, masih ingin digenggam kemanapun kita pergi, dan tidak ingin merasa sendirian atau kesepian. Yeah, but that's adult life i guess.
Anak pertama adalah hal yang cukup menyebalkan, mengatakannya saja sudah cukup membuatku malu, takut, marah. Kenapa aku? Ucapku kadang dikepala. Dadaku tak selapang ikhlasku, bahuku tak sekuat beban itu, ucapku selalu lirih dalam batin tak bisa diungkapkan. Alunan musik Taylor Swift white horse, dan shontelle impossible adalah lagu yg kudengarkan saat aku merasa terpukul dengan keadaan. Tapi nyatanya saat matahari terbit kembali, aku seperti lupa bahwa aku benar2 bersedih semalam. Itu adalah salah satu anugerah yang Allah berikan kepadaku, gampang melupakan kesedihan. Kalau kekuatan supranatural itu ada mungkin aku tetap memilih untuk bisa menghapus kesedihan2 itu.
Pukul 3 sore, 4 Juni 2022. Saat aku sudah sepenuhnya kurasa ikhlas dengan keadaanku, berdamai dengan rasa sakit akibat problema proposal skripsi yg mengharuskanku berganti judul sebanyak 4x dengan keadaan telah menyusun proposal untuk masing2 judul, merelakan penelitian selama 3 bulan terbuang sia2 dan harus memulai dari awal. Adikku memberi tahu bahwa ayahku jatuh dari tangga, tangannya minta diperban, kepalanya berdarah. Matanya kulihat saat bertatap dari layar handphone, seperti sayu, tatapannya kosong. Aku dan ayah memang tidak dekat, tapi saat ada masalah kami sama2 menangis diam2. Kututup telpon itu sembari terlintas dalam benak "See, kamu anak pertama? Bisa ga sih bantuin keluarga? Kamu nih bisa diandelin ga?" perkataan yang telah dari lama kuredam itu kembali lagi menghantui. Cucuran air mata sudah menghiasi pipi. Sekali lagi.
Tuhan, ya Allah aku tahu Engkau hanya mengujiku. Tapi bisa tidak dikurangi ujiannya? Saya belum sanggup, berikan hamba jalan yang mudah saja Tuhan, aku mohon.
Hatiku hancur saat ini tapi aku akan tetap berperasangka baik kepada Tuhan, karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya kan? Jangan terlalu bersedih, aku menceritakan ini bukan untuk membuat kalian juga ikut bersedih. Aku hanya ingin mengatakan bahwa kalian tidak sendiri, ujian memang akan selalu ada. Tapi di saat ujian itu ada, jgn lupa untuk selalu sabar dan sholat. Agar kau kuat dan Allah perbaiki hidupmu. Jangan pernah berputus dari hal yg Allah tahu itu yang terbaik untukmu. Allah tahu dirimu lebih dari diri kita sendiri. Menangis dan tertawalah seperlunya, itu bukan dosa dan bukan kutukan. Kalian berhak untuk menangis saat sedih dan bergembira saat bahagia, jangan merasa kalian tidak pantas bergembira ya. Kalian tidak sendiri menghadapi ini. Kita hadapi bersama.